"Untuk buku Echoes of Heritage itu memang berasal dari penugasan di pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Anak-anak diminta untuk merefleksikan pengalaman mereka, berinteraksi dengan budaya, dengan lingkungan sekitar, kemudian menghubungkannya dengan isu-isu lokal dan global dalam perspektif mereka," kata Hendri.
Hendri memastikan proses penilaian hingga pemilihan karya yang dibukukan dilakukan oleh ahli di bidangnya. Dia menyebut, pengumpulan dan pengembangan karya tulis dan sastra menjadi salah satu program unggulan di SMA Kemala Taruna.
"Kami inginkan anak-anak itu tidak hanya belajar dari buku teks, menghafal buku teks, kemudian bersiap untuk ujian, tapi juga menuangkan ide-idenya, kemudian bagaimana menawarkan solusi mungkin atas isu-isu atau permasalahan sosial dan lingkungan yang mereka lihat," imbuhnya.