Sementara itu, Direktur Kebhayangkaraan Brigjen M Arif Sugiarto mengapresiasi para siswa yang telah jujur dalam proses penulisannya masing-masing. Terlebih di era perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Hal yang halangan utama orang untuk merefleksikan apa yang dibikin dalam bentuk tulisan, itu adalah memulai. Dan anak-anak ini berhasil, berhasil melampaui itu. Dan kita lihat hari ini, kita disajikan tadi dua buku, ya," kata Arif.
"Jadi, kalau kita menyatakan bagaimana pengaruh AI di zaman sekarang, hampir nggak mungkin kita kalau nggak ngelirik AI-nya. Tapi se-original apa. Kalau tadi pembicara bilang, kamu nulis dulu lihat AI atau lihat AI baru nulis? Jadi, penulis tadi nulis dulu, tuangkan dalam pikiran kita, baru dalam proses lainnya baru tanya AI, untuk bantuan koreksi," imbuhnya.