NADIKABAR.COM — Taj Yasin mengatakan gerakan tersebut bertujuan menanamkan kepedulian terhadap kebersihan sekaligus mendorong pesantren mengelola sampah dengan lebih baik. Menurutnya, kepedulian terhadap kebersihan tidak cukup hanya diajarkan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari.

Untuk membangun kebiasaan tersebut, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mengajak masyarakat membiasakan diri membawa dan mengumpulkan sampah masing-masing saat mengikuti berbagai kegiatan, termasuk pengajian. Sampah yang terkumpul kemudian perlu dibuang pada tempatnya dan dipilah agar dapat dimanfaatkan kembali.

Pemilahan sampah tersebut juga membuka peluang pemanfaatan kembali sesuai jenisnya. Gus Yasin menjelaskan, sampah plastik dapat didaur ulang atau diolah menjadi berbagai kreasi, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk budi daya maggot sebagai pakan ternak.

"Yang non-daur ulang bisa dikembangkan menjadi maggot, menjadi pakan ternak. Ini semuanya harus kita olah. Dimulai dari kapan? Dari hari ini. Dimulai dari mana? Dari pesantren ini," ujar Gus Yasin dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Melalui gerakan tersebut, Gus Yasin berharap pesantren dapat menjadi salah satu pelopor budaya bersih di tengah masyarakat. Pembiasaan sejak lingkungan pendidikan diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan di kalangan santri, termasuk ketika mereka beraktivitas di luar pesantren.