"Biar lebih baik di sini aja, Mas. Karena mungkin rumah nyamannya di sini. Walaupun bagaimanapun keadaannya, harus tetap kita di sini," tegas Jali.
Staf Ahli Bupati Lombok Tengah, Lalu Sungkul, menyayangkan hal tersebut. Ia tak ingin kawasan Kampung Adat Sade yang terdampak kebakaran justru menjadi lokasi wisata bencana. Karena itu, pemerintah mengarahkan warga untuk sementara menempati tempat yang lebih aman dan layak.
"Kami tidak mau ini menjadi wisata bencana. Nah, itu bahayanya. Jadi kenapa kita harus larang dahulu masalah bencana dan segala itu, kan mereka tidak ada urgensinya," kata Sungkul.
Menurut Sungkul, pemerintah telah menyiapkan sejumlah opsi tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya terdampak kebakaran. Salah satunya Edutel yang dapat menampung warga, kapasitas sekitar 15 kamar. Namun, pilihan tersebut tetap disesuaikan dengan kondisi dan kemauan masing-masing warga.