“PLN memang selama ini dikenal sebagai perusahaan di bidang teknik. Namun, di era sekarang, PLN harus semakin dekat dengan masyarakat. Apa yang kami upayakan dari hulu ke hilir pada akhirnya adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tantangannya memang tidak mudah, mulai dari aspek sistem dan teknis, termasuk transisi energi dan pencapaian target net zero emissions pada 2060. Namun, semua itu terus kami kerjakan secara bertahap,” ujar Gregorius.
Gregorius menyampaikan, PLN Electric Run 2026 kembali mengusung konsep Net Zero Emissions dengan memanfaatkan Renewable Energy Certificate (REC) untuk memenuhi kebutuhan energi selama acara. Selain itu, PLN juga menghitung dan mengimbangi emisi karbon (carbon offset) dari berbagai sumber emisi yang dihasilkan, termasuk dari penggunaan kendaraan, konsumsi energi, dan aktivitas peserta selama kegiatan.
Tak hanya dari aspek lingkungan, PLN Electric Run 2026 juga menghadirkan manfaat sosial melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Dalam penyelenggaraan tahun ini, PLN menyiapkan enam unit motor listrik yang akan disalurkan kepada organisasi non-pemerintah (NGO) yang berfokus pada perlindungan, pendampingan, serta pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi mantan pekerja migran perempuan.
Sementara itu, Direktur Niaga dan Pemasaran PLN Icon Plus, Joice Lanny Wantania, menjelaskan bahwa keterlibatan PLN Icon Plus menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan aplikasi PLN Mobile sekaligus mendekatkan layanan digital PLN kepada pelanggan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin semakin mengampanyekan penggunaan PLN Mobile dan mendekatkan aplikasi tersebut kepada pelanggan. Kami juga berharap kegiatan ini dapat membangun sebuah ekosistem baru yang mendukung konsep green, memberikan kontribusi bagi perekonomian sekitar, serta membudayakan masyarakat agar lebih aktif, peduli terhadap kesehatan, dan menerapkan gaya hidup yang lebih positif,” tutur Joice.