"Sudah (komunikasi dengan keluarga), kita sudah telepon di Bandar Lampung. Di Lampung juga masih sekarang panik," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, abu vulkanik disebut mulai masuk ke permukiman kampung halamannya.
"Daerah sekitar-sekitaran Gedong Tataan, abu itu sudah mulai masuk ke rumah-rumah itu," tuturnya.
Kondisi tersebut membuat Ahmad dan keluarganya sama-sama khawatir. Apalagi, paparan abu vulkanik dikhawatirkan berdampak terhadap anak-anak di rumah.
"Keluarga juga cemas. Masalahnya debu itu kan anak-anak kecil bisa batuk, sakit. Kan di Lampung cemas, di sini juga cemas kita," katanya.
Meski begitu, Ahmad memilih tetap tenang sembari menunggu kepastian perjalanan selanjutnya. Dia berharap seluruh jemaah dapat kembali ke rumah dengan selamat.
"Tapi kita berdoa aja lah ya, mudah-mudahan keselamatan dari Yang Maha Kuasa," pungkasnya.