Kompetensi tersebut mencakup pemahaman mengenai sistem kendaraan listrik, hingga kemampuan perawatan dan pemeliharaannya.
Direktur Politeknik Cristo Re Maumere RD. Yakobus Donnisius Migo mengatakan keberadaan kendaraan listrik memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari teknologi yang tengah berkembang melalui praktik langsung.
"Mereka bisa belajar apa yang saat ini sedang berkembang di dunia. Teknologi mobil listrik yang berkembang cukup masif ini harus dipelajari secara langsung," kata Romo Donnie.
Ia menegaskan, kendaraan tersebut akan dimanfaatkan sebagai ruang edukasi selain untuk mendukung mobilitas kampus. Mahasiswa diharapkan dapat mempelajari sistem kerja dan teknologi kendaraan listrik melalui fasilitas tersebut.
Ketua Yayasan Politeknik Cristo Re Maumere RD. Felicianus Dari menilai kehadiran kendaraan listrik juga dapat memperluas pemahaman mahasiswa mengenai teknologi yang berkaitan dengan isu lingkungan.