NADIKABAR.COM β Kemampuan teknisi dalam menjinakkan kendaraan modern yang dibungkus dengan beragam teknologi dan juga fitur terkini, menjadi tantangan tersendiri guna memastikan kendaraan dapat ditangani secara tepat dan aman.
Oleh karena itu, PT Chery Sales Indonesia (CSI) menghadirkan kegiatan Chery Technician Skill Contest 2026, yang menguji kemampuan teknisi dalam menangani kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) hingga kendaraan elektrifikasi dengan standar global.
βKompetensi yang semakin kuat akan mendukung layanan purnajual yang lebih optimal dan efisien, sekaligus memberikan rasa tenang bagi konsumen sepanjang masa kepemilikan kendaraan Chery,β kata Aftersales Director Chery Business Unit, Denny MT dalam keterangan resminya, Senin.
Kegiatan ini diikuti oleh 212 teknisi dari jaringan resmi Chery yang tersebar di Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 12 teknisi yang berhak lolos ke tahap regional dan lima teknisi terbaik melaju ke babak final nasional.
Materi pengujian mencakup pelatihan teknis, produk terbaru, technical bulletin, pre-delivery inspection, perawatan berkala hingga troubleshooting.
Pada tahap nasional, peserta juga diuji mengenai keselamatan kerja, diagnosis kendaraan, pengukuran teknis, analisis materi dan komunikasi data antarmodul.
Penilaian tersebut menitikberatkan pada akurasi diagnosis, penanganan masalah, prosedur pemeriksaan, penggunaan peralatan, efisiensi waktu serta kepatuhan terhadap standar kerja.
Aspek elektrifikasi turut mendapat perhatian melalui pengujian terkait sistem tegangan tinggi, manajemen baterai, motor listrik, perangkat elektronik, diagnosis dan prosedur keselamatan.
Hal ini menunjukkan semakin beragamnya kompetensi yang dibutuhkan teknisi seiring berkembangnya teknologi kendaraan.
Dalam kompetisi tersebut, Rafael Nistel Rooy Surentu dari OAP Manado meraih juara pertama, disusul Dede Saehuna dari Bintang Mitra Purwokerto dan Slamet Widodo dari AEM Yasmin Bogor.
Teknisi terbaik nasional juga berkesempatan mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional.
Ajang tersebut menjadi sarana untuk menguji kompetensi, bertukar pengetahuan serta memperluas pengalaman terkait sistem kelistrikan, elektronik, perangkat lunak diagnostik dan standar keselamatan kendaraan elektrifikasi.