Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan warga yang datang bertakziah.

Yuli diketahui bekerja sebagai sopir truk ekspedisi dan kerap mengirim barang ke wilayah Kalimantan.

Saat insiden KMP Virgo 8 terjadi, ia tengah mengangkut muatan marmer dari Tulungagung menuju Sampit bersama rekannya, Purkam, warga Kecamatan Campurdarat, yang telah lebih dahulu ditemukan dan dimakamkan pada Sabtu (26/9).

Kepergian Yuli meninggalkan seorang istri dan dua anak. Korban juga baru saja menikahkan putrinya pada Agustus 2026.

Perjalanan mengantarkan muatan ke Kalimantan tersebut menjadi keberangkatan pertamanya setelah pernikahan putrinya.