NADIKABAR.COM — Satu lagi korban KMP Virgo Transport 8 asal Kabupaten Jember bernama Abdul Rosyid (30) berhasil ditemukan dan telah teridentifikasi yang selanjutnya jenazah diterbangkan dari Banjarmasin menuju Bandara Juanda hingga perjalanan darat menuju Kabupaten Jember, Jawa Timur untuk segera dimakamkan, Sabtu.

"Korban meninggal asal Jember berhasil diidentifikasi oleh DVI Polda Kalimantan Selatan di RS Bhayangkara Banjarmasin melalui identifikasi DNA keluarga korban, sehingga hari ini jenazahnya dipulangkan ke Jember," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo.

Menurut dia, jenazah langsung dipulangkan ke Kabupaten Jember dengan pengawalan dan bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Jember, Pos SAR Jember, serta para relawan.

"Jenazah dibawa ke rumah duka dan kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) terdekat dengan menggunakan ambulans yang diiringi keluarga, sanak saudara hingga tetangga sekitar," katanya.

Ia mengatakan pihak BPBD bersama Dinas Sosial Jember menyerahkan bantuan logistik kepada keluarga korban berupa 7 paket sembako, sehingga diharapkan dapat sedikit membantu keluarga korban.

"Dengan ditemukan jenazah Abdul Rosyid berarti sudah dua korban asal Jember yang ditemukan dan masih ada dua korban lagi yang belum ditemukan oleh tim SAR gabungan," katanya.

Edy menjelaskan pihak BPBD Jember tetap memantau perkembangan operasi SAR gabungan kecelakaan laut KMP Virgo Transport 8 melalui Basarnas Pos SAR Jember dan BPBD Jawa Timur untuk informasi dua korban lainnya yang berasal dari Jember.

Sebelumnya jenazah Mahmud Sahudi korban KMP Virgo Transport 8 asal Jember telah ditemukan lebih dulu dan telah dipulangkan ke rumah duka di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (26/9).

Empat warga asal Jember masuk dalam manifest penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/09) yakni Niki Armi Minamri Robby (34) warga Desa Karangduren, Kecamatan Balung yang merupakan sopir truk muatan ikan dari jasa ekspedisi Ghaniy, kemudian M. Abdul Rosyid (30) warga Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah yang merupakan kernet truk muatan ikan dari jasa ekspedisi Ghaniy.

Korban ketiga yakni Avejaya Ruddinka (44) warga Desa Seputih, Kecamatan Mayang yang merupakan kernet truk dengan nomor polisi AD 8807 NA yang mengangkut muatan paket ekspedisi BMT dan korban keempat yakni Mahmud Sahudi (43) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu yang merupakan kernet truk nopol L 8655 NB jenis muatan paket ekspedisi Riki.