NADIKABAR.COM — Kabar duka kembali datang dari pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jembrana, Bali. Dua jenazah PMI asal 'Bumi Mekepung' hingga kini masih berada di luar negeri. Saat ini jenazah menunggu proses pemulangan ke tanah air.

Terbaru, PMI bernama Putu Darmayasa (52) asal Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, dilaporkan meninggal dunia di Seychelles, negara kepulauan di Afrika Timur. Darmayasa diketahui bekerja di negara tersebut sejak 2019 sebagai tukang pasang rumah kayu sistem knock down, pekerja serabutan, hingga sopir.

Kondisi kesehatan Darmayasa memburuk setelah mengalami stroke hingga jatuh di sofa. Biaya pengobatan hingga pemulangan jenazah seluruhnya telah ditanggung oleh pihak perusahaan tempatnya bekerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dew, membenarkan informasi meninggalnya warga Pendem tersebut. Saat ini, jenazah telah diserahkan ke pihak maskapai Emirates untuk proses pengiriman ke Indonesia.

"Kami masih menunggu informasi dari maskapai Emirates. Begitu jadwalnya sudah ditentukan, nanti ada informasi," ungkap Mirah saat dikonfirmasi NadiKabar, Kamis (10/9/2026).

Selain Darmayasa, jenazah PMI lainnya yang masih memproses kepulangan adalah Komang Tedy Arsa Biantara Putra asal Desa Perancak. Tedy meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Guyana.

Mirah menjelaskan bahwa jenazah Tedy saat ini telah diawetkan di Memorial Gardens Funeral Home and Crematorium setempat. Dokumen kematian Tedy pun telah terbit pada 1 September 2026. "Proses administrasi dan koordinasi pemulangan masih berjalan," tambahnya.

Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan kedua jenazah PMI tersebut dapat segera tiba di rumah duka.

"Pemulangan jenazah lintas negara memerlukan proses panjang yang bergantung pada kelengkapan dokumen, administrasi penerbangan, serta penanganan jenazah sebelum diberangkatkan," tandas Mirah.