Kiprah Suyudi dalam upaya pemberantasan narkoba tak perlu diragukan lagi. Selama kepemimpinannya di BNN, sebanyak 8 ton narkoba berhasil digagalkan selama dua bulan terakhir.

Sebanyak 8 ton narkoba itu diungkap dalam 4 kasus besar. Dimulai dari pengungkapan 3,37 ton canabis buds.

Dari pengungkapan canabis buds tersebut, negara berhasil mencegah potensi kerugian negara mencapai Rp 4,58 triliun, sekaligus menyelamatkan 10,1 juta jiwa dari penyalahgunaan narkotika.

Belum lama ini, BNN bersama tim dari Bareskrim Polri dan Bea Cukai menggagalkan 1,3 ton ketamin dari jaringan internasional dengan nilai ekonomis barang bukti mencapai Rp 2,07 triliun. Pengungkapan ini diperkirakan menyelamatkan 6,49 juta jiwa.

Pada 17 Agustus 2026, operasi gabungan kembali mencatat pengungkapan besar. Sebanyak 2,6 ton cabu cair berhasil digagalkan dari MV Ocean Porter.

Dari 2,6 ton sabu cair yang disita itu berpotensi menghasilkan 2,8 juta cartridge vape narkoba dengan nilai ekonomi mencapai Rp 8,5 triliun. Pengungkapan tersebut menyelamatkan 14,1 juta jiwa dari penyalahgunaan narkoba.

Tak berhenti sampai di situ, BNN bersama instansi terkait lainnya berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba. Berselang tujuh hari, tepatnya pada 24 Agustus 2026, tim gabungan menemukan 800 kilogram ketamin HCL yang disembutan di buritan Kapal Fu Chang Sing I.

Barang bukti tersebut dikemas dalam 40 karung berisi 800 bungkus. Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan terhadap jaringan narkoba internasional melalui jalur laut.