Teknologi
HALAMAN 3 DARI 3
Jepang Dibombardir Serangan Siber, Nyatakan Kondisi Darurat
Jepang menyatakan kondisi darurat setelah puluhan perusahaan menjadi korban serangan siber. Sejumlah pakar meyakini serangan bertubi-tubi ini dibantu AI.
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 21:50 WIB
• ⏱ 2 menit baca
"AI tidak pernah lelah... Menurut saya, Jepang pada dasarnya sedang menjadi sasaran pengeboman besar-besaran," kata Miwa, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (13/10/2026).
Menurut data TrendAI, Jepang mencatat lebih banyak insiden keamanan siber dalam sembilan bulan pertama tahun 2026 dibandingkan sepanjang tahun 2026.
Jepang juga tidak sendiri menghadapi serangan siber bertubi-tubi. Negara tetangganya Korea Selatan juga menjadi target, dengan beberapa lembaga keuangan dan gereja menjadi korban serangan siber.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.