Informasi yang bocor itu mencakup alamat email dan nomor telepon, papar perusahaan tersebut, seraya menambahkan belum ada konfirmasi mengenai penyalahgunaan data tersebut.
Daiwa Securities Group Inc. pada Senin yang sama juga mengatakan data dari sekitar 110.000 nasabah unit broker sekuritasnya, beserta informasi nonpribadi lainnya, kemungkinan telah bocor akibat akses tanpa izin ke server yang dioperasikan oleh salah satu kontraktornya.
Perusahaan itu menyampaikan meskipun telah bocor, informasi tersebut tidak dapat digunakan untuk melakukan transaksi, termasuk transaksi daring.
Serangkaian insiden ini dilaporkan secara terpisah oleh organisasi-organisasi yang terlibat, dan tidak ada indikasi dari informasi yang telah diungkapkan sejauh ini yang menunjukkan bahwa insiden-insiden tersebut terkait dengan serangan siber yang sama.