NADIKABAR.COM — Kementerian Transportasi Jepang pada Selasa merilis kebijakan baru yang mengelompokkan underpass ke dalam empat tingkat berdasarkan risiko banjir untuk mencegah kecelakaan setelah terjadinya sejumlah kematian akibat hujan lebat.
Otoritas jalan setempat akan mengelompokkan setiap underpass berdasarkan berbagai faktor seperti kondisi topografi dan riwayat banjir. Tingkat 1 menunjukkan lokasi dengan risiko paling tinggi.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang juga menetapkan langkah penanganan untuk setiap tingkat risiko.
Untuk underpass dengan risiko tertinggi, pemerintah akan memasang gerbang yang dapat menutup akses jalan secara otomatis atau dari jarak jauh ketika banjir terdeteksi.
Lampu peringatan berwarna merah juga akan dipasang di setiap underpass, terlepas dari tingkat risiko yang ditetapkan.
Kementerian akan memberikan subsidi kepada pemerintah daerah dan otoritas jalan lainnya untuk menerapkan langkah tersebut.
Kebijakan itu dikeluarkan setelah sejumlah orang meninggal ketika kendaraan terjebak di underpass yang terendam banjir akibat hujan lebat di Prefektur Chiba pada Agustus dan kecelakaan fatal di underpass di Iwaki, Prefektur Fukushima, pada September.
Jepang memiliki sekitar 3.840 underpass, dengan sekitar 3.700 di antaranya dikelola oleh pemerintah daerah.
Kebijakan baru tersebut juga meminta penerapan sejumlah langkah pencegahan, termasuk pembatasan akses kendaraan dan pemeliharaan sistem drainase.
"Kami akan memberitahukan seluruh otoritas jalan di seluruh negeri dan segera menerapkan langkah-langkah yang efektif," kata Menteri Transportasi Tatsunori Ibayashi dalam konferensi pers.
Ia mengatakan pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap pengajuan anggaran berdasarkan perkembangan pelaksanaan proyek.
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan