NADIKABAR.COM — Jepang akan mendirikan dana kemitraan publik-swasta senilai hingga lima miliar yen (sekira 564 miliar rupiah) untuk membantu pemulihan dunia usaha yang terdampak gempa bumi besar berkekuatan magnitudo 7,1 di Prefektur Kumamoto.
Dana, yang diumumkan oleh Menteri Keuangan Satsuki Katayama pada Jumat, tersebut bertujuan untuk meringankan beban yang dikenal sebagai pinjaman ganda, di mana para pelaku usaha harus melunasi utang sebelum bencana sekaligus membiayai rekonstruksi tempat usaha mereka.
Bencana gempa bumi yang terjadi pada Juli lalu itu menewaskan 38 orang dan merusak lebih dari 75.000 rumah.
Skema pendanaan tersebut rencananya akan didanai oleh Regional Economy Vitalization Corporation of Japan, sebuah lembaga investasi publik-swasta, serta sejumlah lembaga keuangan lokal di prefektur yang terletak di wilayah barat daya Jepang itu.
"Kami akan melakukan segala upaya yang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dan meringankan beban utang pelaku usaha," kata Katayama, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Layanan Keuangan (FSA) Jepang, dalam sebuah konferensi pers.
Melalui dana tersebut, pemerintah akan menyediakan pembiayaan ekuitas serta mengambil alih sebagian utang milik bisnis terdampak gempa guna mempercepat proses pembangunan kembali.
Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono