NADIKABAR.COM — Jepang, Selasa, mengusulkan untuk menjadi tuan rumah bersama bagi pertemuan puncak Komunitas Emisi Nol Asia (Asia Zero Emission Community) dengan Filipina, guna memperkuat kerja sama energi regional di tengah krisis di Timur Tengah.

Menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan usulan tersebut dalam percakapan telepon selama 20 menit dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.

Takaichi menekankan pentingnya memperkuat ketahanan ekonomi dan energi melalui kerja sama antarnegara di kawasan tersebut.

Dia juga menyatakan kesediaan Jepang untuk bekerja sama dengan Filipina, yang tahun ini memegang keketuaan ASEAN, menjelang rangkaian pertemuan puncak ASEAN yang dijadwalkan pada November.

Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan bahwa Marcos menyambut baik inisiatif Jepang tersebut dan menyampaikan kesiapan Manila untuk bekerja sama dalam persiapan pertemuan-pertemuan mendatang.

Kedua pemimpin juga meninjau hubungan bilateral dan menyambut baik kemajuan di berbagai sektor sejak kunjungan kenegaraan Marcos ke Jepang pada Mei lalu.

Menurut kementerian tersebut, keduanya sepakat untuk terus bekerja sama dalam mendorong perdamaian dan stabilitas regional.

Diluncurkan di bawah kepemimpinan Jepang pada 2023, Asia Zero Emission Community merupakan inisiatif regional yang bertujuan untuk mempercepat dekarbonisasi sembari tetap menjamin ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi.

Kerangka kerja itu melibatkan Jepang, Australia, dan sembilan negara Asia Tenggara untuk mendorong investasi energi bersih, kerja sama teknologi, serta jalur menuju emisi nol bersih.

Inisiatif itu mengakui perbedaan kondisi di setiap negara dan mendukung berbagai pendekatan untuk mengurangi emisi karbon, dengan tetap menjaga pasokan energi yang andal.

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia