"Ini sangat luar biasa, pak kades dan pak camat layani tamu kita dengan sebaik mungkin dan bantu mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan. Ini bukti bahwa jika hal-hal positif kita lakukan, dunia luar akan melirik kita," tegasnya.
Kepala Desa Durian Rambun Muhammad Abton membenarkan kedatangan delegasi asal Jepang di desanya. Menurut rencana, tim tersebut akan berada di Desa Durian Rambun selama beberapa hari ke depan untuk melaksanakan serangkaian kegiatan penelitian lapangan terkait kondisi kawasan hutan setempat.
Desa Durian Rambun memiliki luas sekitar 4.484 hektare. Hutan di wilayah tersebut merupakan kawasan penyangga ekosistem Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), sekaligus menjaga daerah aliran sungai dan lubuk larangan yang dikelola secara lestari oleh masyarakat setempat.
"Tamu dari Jepang akan berada di Desa Durian Rambun beberapa hari ke depan akan melakukan penelitian," jelasnya.