NADIKABAR.COM — PDI Perjuangan mengapresi keberanian dan integritas jajaran internal Polri dalam mengungkap dugaan tindak pidana penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, langkah itu merupakan wujud komitmen terhadap supremasi hukum dan memperkuat integritas Polri.
"Penyadapan secara ilegal yang disertai penghapusan data elektronik hingga akses ilegal bukan hanya bentuk penyalahgunaan kewenangan. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia, hak-hak demokratis warga negara, sekaligus perlawanan terhadap sistem hukum nasional," kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).
Secara khusus, Hasto memberikan penghargaan terhadap keberanian jajaran internal Polri yang berinisiatif melaporkan praktik penyadapan ilegal tersebut. Baginya, sikap itu menunjukkanintegritas dan komitmen terhadap kebenaran.
Dia mengatakan keberanian personel internal Polri dalam melaporkan praktik penyadapan ilegal merupakan cerminan kuatnya nilai moral, hati nurani, dan integritas di dalam institusi kepolisian.
"Jajaran internal Polri yang melaporkan penyadapan ilegal tersebut adalah cerminan bahwa kekuatan hati nuranilah yang berbicara. Ini adalah moral force, kekuatan moral yang selalu hadir di tengah kegelapan," ungkap Hasto.
"Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk mengungkap berbagai dugaan kejahatan yang menjadikan kewenangan negara sebagai alat kriminalisasi terhadap masyarakat sipil, kelompok kritis, jurnalis, maupun tokoh politik yang selama ini memperjuangkan keadilan dan demokrasi," lanjutnya.