NADIKABAR.COM — Jerman ingin Inggris menaikkan tarif atas kendaraan listrik asal China sebagai timbal balik atas konsesi perdagangan Uni Eropa bagi perusahaan Inggris yang diatur dalam aturan "Made in Europe".
Menurut laporan Politico, Kamis (8/10), mengutip sumber yang mengetahui posisi Berlin, aturan "Made in Europe" akan memberikan keuntungan bagi produsen Eropa dibandingkan perusahaan di luar Uni Eropa.
Ketentuan "Made in Europe" kini sedang disusun Uni Eropa sebagai tanggapan atas kebijakan perdagangan luar negeri Amerika Serikat dan China.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa sumber tersebut mengatakan pemerintahan Kanselir Jerman Friedrich Merz meyakini bahwa dengan menaikkan tarif, maka akan menunjukkan kesiapan London yang tidak hanya untuk memperoleh manfaat dari Uni Eropa, tetapi juga untuk saling berunding.
Pada akhir Mei lalu, The New York Times melaporkan Eropa sedang menuju perang dagang dengan China, karena khawatir akan ancaman eksistensial terhadap industri Eropa akibat masuknya barang-barang murah dari China ke benua tersebut.
Di saat yang sama, Kementerian Perdagangan China menyatakan pihaknya akan mengambil langkah-langkah balasan yang tegas jika Uni Eropa mulai memberlakukan pembatasan terhadap perusahaan dan barang-barang dari China.
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia