"Pertanyaannya, apakah kita mau kini mengatakan bahwa sistem apa, pendidikan di Singapura itu tidak tidak berintegritas? Apakah pendidikan Indonesia jauh lebih berintegritas daripada pendidikan di luar Indonesia? Ah, saya tidak juga ya," bebernya.
"Perasaan saya di Indonesia ini banyak ijazah palsu kayak semacamnya. Di Singapura kayaknya kita tidak pernah menemukan ijazah-ijazah palsu. Ya seperti itu. Artinya, Mas Gibran itu memenuhi syarat untuk masuk di universitas. Entah apapun penyebutannya di sana. Karena di sana tidak ada ijazah, entah apapun penyebutannya tapi dia memenuhi syarat untuk masuk di universitas," tambah dia.
Sebelumnya, Jokowi menyebut polemik ijazah dirinya dan ijazah putra sulungnya sekaligus Wapres, Gibran Rakabuming Raka, sebagai operasi politik. Jokowi mengatakan ada penunggang gelap di balik polemik ijazah dirinya dan Gibran.
"Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali," kata Jokowi dilansir NadiKabar, Jumat (16/10).