NADIKABAR.COM — 7 RI Joko Widodo (Jokowi) menceritakan riwayat pendidikan yang ditempuhnya dari sekolah dasar (SD) hingga meraih sarjana atau S-1 di Universitas Gadjah Mada (UGM). Jokowi mengatakan tuduhan ijazah palsu sudah kebablasan.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menjadi saksi dalam sidang kasus fitnah ijazah dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). Mulanya, Jokowi mengatakan telah diperiksa penyidik sebanyak tiga kali.

Pemeriksaan dilakukan di Polda Metro Jaya pada 23 Juli 2025, lalu 11 Februari 2026, dan 1 April 2026. Jokowi membuat laporan di Polda Metro Jaya pada 30 April 2025 tanpa menyebutkan nama terlapor, namun hanya kronologis peristiwa.

"Jadi pada tanggal 26 Maret dalam perjalanan di dalam mobil di sekitar Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, saya ditunjukkan oleh ajudan saya, video dan unggahan yang berkaitan dengan tuduhan ijazah palsu, Yang Mulia," jawab Jokowi.

Dia lalu berkonsultasi dengan penasihat hukumnya terkait tudingan itu. Jokowi mengatakan dirinya kemudian disarankan untuk membuat laporan.

"Tidak, Yang Mulia. Hanya melaporkan kronologis peristiwa. Karena setelah saya ditunjukkan video unggahan tersebut, kemudian saya memerintahkan kepada ajudan saya untuk berkonsultasi dengan penasihat hukum, dan setelah itu saya mengundang para beliau-beliau para penasihat hukum saya untuk datang ke Solo, kemudian kami berdiskusi mengenai tuduhan ijazah palsu ini. Dan juga saya meminta untuk disiapkan bukti-bukti yang mendukung," jawab Jokowi.