NADIKABAR.COM — DKI Jakarta memang berhasil menjuarai Kejurnas Catur 2026. Tapi, hal itu tidak bikin puas pengurus Percasi DKI Jakarta karena masih banyak target yang harus dicapai.
Kejurnas Catur 2026 berlangsung di Convention Hall Kampus UIN Sultan Maulana Hasanudin, Serang, 23-28 Oktober. Jakarta menjadi juara umum dengan 17 medali terdiri enam emas, empat perak, dan tujuh perunggu. Ini jadi kali ketiga secara beruntun Jakarta menguasai Kejurnas Catur.
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan keluarga besar Percasi DKI Jakarta yang telah bekerja keras mempersiapkan diri hingga meraih hasil maksimal.
"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta keluarga besar Percasi DKI Jakarta atas perjuangan dan kerja kerasnya sehingga Jakarta berhasil kembali menjadi juara umum Kejurnas Catur ke-51 Tahun 2026 di Banten," ujar Kenneth dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Pria yang akrab disapa Bang Kent itu mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan buah dari persiapan yang matang, kedisiplinan, kerja sama tim, serta semangat juang para atlet. Ia mengaku bersyukur karena target yang telah dicanangkan sebelum kontingen bertolak ke Serang akhirnya dapat tercapai.
"Target yang kami canangkan sebelum keberangkatan ke Serang dapat tercapai. Raihan enam medali emas, empat medali perak, dan tujuh medali perunggu dengan total 17 medali merupakan hasil dari persiapan yang matang, disiplin, kerja sama tim, serta semangat juang para atlet yang luar biasa," beber Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan itu.
Kent menegaskan, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum bukan semata-mata tentang perolehan medali dan trofi, melainkan juga menjadi bukti pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan. Ia mengaku bangga karena para pecatur Jakarta dari berbagai kelompok usia mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat nasional.
Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran pelatih dan ofisial yang mendampingi para atlet sejak masa persiapan hingga pertandingan berlangsung. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen Organisasi Percasi DKI Jakarta.
"Bagi saya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum ini bukan sekadar soal medali dan trofi, tetapi juga bukti bahwa pembinaan catur di DKI Jakarta terus berjalan dengan baik. Saya bangga melihat para atlet dari berbagai kelompok usia mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat nasional," tutur Alumni PPRA Angkatan LXII Lemhannas RI itu.
Meski bisa hat-trick juara, tim Catur Jakarta diminta tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, pencapaian di Kejurnas Catur 2026 harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas kesempatan bagi pecatur muda, serta mempersiapkan atlet menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun internasional.
"Ke depan, kami tidak ingin berpuas diri. Keberhasilan ini harus terus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas kesempatan bagi pecatur muda, serta mempersiapkan atlet agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional," paparnya.
Sementara itu, salah satu penyumbang medali emas, WCM Hillary Rooca Theng, turut mengungkapkan rasa syukurnya karena berhasil membantu Jakarta mempertahankan gelar juara umum. Menurutnya, persiapan yang matang bersama pelatih Kristianus Liem menjadi salah satu faktor penting dalam meraih hasil tersebut.
"Saya persiapan bersama pelatih saya Kristianus Liem. Saya sudah berlatih keras selama ini. Lawan-lawannya sulit, yang tersulit dari Jawa Timur. Terima kasih atas dukungannya dari Pak Kenneth, semua fasilitas yang diberikan sangat bagus," tutur Hillary.
Ketua Kontingen Atlit Percasi DKI Jakarta di Kejurnas Catur 2026, Upi Darmayana Tamin, menilai persaingan tahun ini berlangsung lebih ketat, terutama karena kejuaraan digelar di Pulau Jawa dan diikuti banyak jumlah peserta.
"Persaingan Kejurnas 2026 ini sangat sengit karena berlangsung di Pulau Jawa, jadi pesertanya sangat banyak," kata Upi.