"Hal ini memicu rangkaian kegagalan atas beberapa perhitungan pihak musuh mengenai kekuatan pertahanan mapun kapasitas produksi persenjataan Republik Islam Iran," ujar dia menambahkan.

Talaei-Nik juga menuturkan dalam perang 12 hari dan 40 hari yang melibatkan Iran melawan Israel dan Amerika Serikat pada Juni tahun lalu serta Februari tahun ini, pihak "musuh" berupaya melemahkan kemampuan nuklir serta kekuatan rudal, regional, maupun angkatan laut Iran.

Meskipun perang telah menimbulkan sejumlah kerugian dan kerusakan bagi negaranya, Talaei-Nik bersikeras "musuh" gagal mencapai satu pun tujuan strategis utama mereka dan malah mengalami kerugian akibat serangan Iran.