NADIKABAR.COM — Seorang ojol berinisial YGL (30) mengaku mengalami perundungan dengan pelecehan dan rasisme oleh jukir di restoran Jalan Kacapiring, Surabaya. YGL menyebut, kejadian itu sudah berlangsung satu tahun.
YGL bercerita, ketika mengambil orderan makanan di kawasan tersebut, ia mendapatkan pelecehan verbal oleh sekelompok jukir di sana.
"Setiap kali saya ambil orderan di sana selalu disoraki suruh lepas celana saya, disuruh nunjukkan alat kelamin saya, ditanya sudah sunat apa belum," cerita YGL, Kamis (20/8/2026).
Selain itu, YGL juga mengaku mendapat tindakan rasisme dari jukir. Di mana dia disebut sebagai keturunan China.
"Saya dibilang China, padahal nenek saya orang Jawa," ujarnya.
Mendapat aduan itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau Cak Ji pun mendatangi lokasi tempat YGL mendapat perundungan. Dia juga bertemu dengan jukir yang disebut melakukan dugaan pelecehan hingga rasisme ke YGL.
Jukir tersebut berinisial D. D membantah melakukan pelecehan kepada YGL, apa yang disampaikan disebut hanya bercanda.