NADIKABAR.COM — Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan melakukan razia parkir liar di seberang Gandaria City, Jalan M Syafii Hadzami, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Juru parkir (jukir) di lokasi merasa keberatan lantaran razia tersebut hanya dilakukan setiap akhir bulan.
Jukir tersebut, Bobi, mengatakan bahwa pola razia dari Dishub selalu bertepatan dengan tanggal tertentu. Menurutnya, jika berkomitmen untuk menertibkan perparkiran, penindakan harus dilakukan setiap hari.
"Dia cuma gajian jadinya tiap bulan doang. Tanggal 26, 27, baru dia bergerak. Hari-hari biasa enggak apa-apa, lewat-lewat aja. Nah, saya mau tuh tiap hari dia lewat. Nah, jadi teratur, kan? Nah, gitu," kata Bobi seusai razia di lokasi, Senin (26/10/2026).
Bobi mengatakan, razia dari Dishub sering dilakukan di tempatnya. Ia berdalih lokasi parkir yang dioperasikannya tidak memakan area trotoar.
"Enggak, seharusnya enggak boleh diangkut. Karena enggak ganggu jalan (trotoar), kan," ucapnya.
Bobi menceritakan, razia yang baru saja dilakukan menyasar sejumlah motor yang terparkir tepat di depan warteg. Menurut dia, motor-motor itu diparkir rapat dengan bangunan warteg.
"Iya. Warteg sama di situ, sama yang sebelah situ. Itu ganggu jalan enggak? Enggak, kan," katanya.
Bobi menambahkan, kebanyakan orang yang parkir di sana merupakan pengunjung, karyawan Mal Gandaria City, atau pengunjung warung-warung di sekitar lokasi. Tarif parkirnya pun beragam untuk seharian parkir.
"Ya ada karyawan juga (yang parkir). Yang pulang malam dari mal. Karena mereka mungkin enggak punya SIM, apa STNK, apa sulit di dalam gitu lah, apa dipersulit gitu apa ya enggak tahu lah. Maunya yang simpel langsung jalan (jadi parkir di luar)," jelasnya.
"(Tarifnya) Rp5.000, Rp7.000. Kalau Gojek Rp2.000," imbuh dia.
Sebelumnya, Sudinhub Jaksel merazia sembilan kendaraan roda dua yang diduga melanggar aturan parkir. Motor-motor tersebut diangkut ke truk Dishub dan Satpol PP.
Pantauan NadiKabar di lokasi, Senin (26/10/2026), razia dimulai sekitar pukul 13.45 WIB. Petugas dari Dishub yang tiba di lokasi langsung menyasar satu titik di seberang Gandaria City. Sejumlah petugas kemudian mengangkut motor yang parkir di trotoar hingga menghalangi akses pejalan kaki.
Sudinhub mengerahkan dua truk dan satu mobil derek dalam razia ini. Kedua truk diisi sembilan motor yang diangkut dari depan warteg seberang Gandaria City.
Dalam penertiban itu, salah satu juru parkir di lokasi sempat protes lantaran motor pelanggannya ikut diangkut. Namun, petugas tidak menghiraukannya.
"Udah ambil aja itu enggak apa-apa biarin. Biar puas biar penuh," kata jukir itu.
Sementara itu, dua pengemudi ojek online (ojol) sempat mengejar kendaraan miliknya. Mereka mengaku motor yang diparkir dekat warteg ikut diangkut saat sedang mengambil pesanan.
"Iya (motor saya), saya baru masuk ambil orderan. Iya ojol. Iya saya parkir sini, biasa parkir di sini. Dikabarin teman-teman (diangkut)," kata seorang pengemudi ojol, Ibnu, yang langsung naik ke truk.