Dalam perkelahian itu, saudara D disebut menyerang Aipda AA menggunakan senjata tajam ke arah wajah. Aipda AA berusaha menangkis serangan tersebut hingga mengalami luka pada tangan kanan dan jari manis tangan kirinya terputus.
"Aipda AA kemudian mengeluarkan senjata api jenis HS dan melepaskan satu tembakan peringatan, namun, berdasarkan hasil investigasi, saudara D masih mengejar dengan parangnya sehingga Aipda AA melepaskan sejumlah tembakan ke arah saudara D," jelasnya.
Saat bersamaan, seorang warga berinisial MA yang berada di dalam boot jahit sepatu di samping Alfamidi mendengar suara tembakan. Saat mengintip dari jendela, dia menyadari terdapat luka pada bagian leher kanan yang diduga akibat terkena peluru nyasar.
"Usai kejadian, Aipda AA dibantu warga menuju RS Bhayangkara Palu untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara saudara D dan MA dibawa ke RS Tingkat III Dr Shindu Trisno. Polisi kemudian memasang garis polisi di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara," sebutnya.