"Paradigma pembangunan Indonesia jelas, pertumbuhan dan perlindungan lingkungan harus maju bersama," kata Menterl LH Jumhur Hidayat.

Jumhur menekankan transisi menuju ekonomi rendah karbon harus adil, tertib, dipimpin negara, dan berpusat pada masyarakat. Keberhasilannya tidak hanya diukur dari teknologi dan investasi, tetapi juga keterjangkauan energi, pekerjaan layak, nilai tambah lokal, perlindungan kelompok rentan, serta manfaat lingkungan.

Selain dialog tingkat tinggi, Indonesia mengikuti tiga Solution Dialogues yang membahas pembiayaan iklim, pembiayaan adaptasi dalam era overshoot (periode ketika suhu rata-rata global melampaui 1,5 derajat Celcius), dan pengurangan metana.

Indonesia juga mendorong pembiayaan iklim yang sesuai dengan kebutuhan implementasi NDC dan Rencana Adaptasi Nasional (National Adaptation Plan/NAP), termasuk dukungan untuk teknologi, peningkatan kapasitas, pelaksanaan program, serta sistem transparansi.