Jumhur juga menegaskan pengurangan emisi metana melalui perbaikan pengelolaan sampah dan air limbah, ekonomi sirkular, penguatan data dan pelaporan, teknologi, serta kapasitas pemerintah daerah.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam forum tersebut, metana menyumbang 18,12 persen dari total emisi gas rumah kaca Indonesia pada tahun 2022.
Di bidang adaptasi, Indonesia mengembangkan Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa (Pantura) serta melindungi dan merestorasi mangrove dan ekosistem pesisir untuk menghadapi risiko kenaikan muka air laut.
Menjelang COP31 di Antalya, Indonesia mendorong pelaksanaan dan peningkatan target pembiayaan iklim global serta kerja sama multilateral yang menghasilkan perlindungan dan peluang pembangunan bagi masyarakat dan negara yang rentan terhadap perubahan iklim.