"Belum ada pembatalan dalam skala besar, tetapi jika situasi ini terus berlanjut, musim wisata musim gugur bisa terdampak," dia menambahkan.

Pemerintah Provinsi Jeju meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menghapus konten yang terbukti tidak benar.

Gubernur Jeju Wi Seong-gon mengatakan rumor yang membuat Jeju seolah-olah lebih berbahaya dibandingkan wilayah lain harus segera diluruskan.

"Fakta yang akurat dan informasi yang diperlukan harus disampaikan dengan cepat. Kita harus merespons secara aktif agar informasi yang belum terverifikasi tidak semakin memperbesar kecemasan mengenai keamanan Jeju," ujarnya.

Pemerintah akan membentuk sistem respons khusus dan meninjau kembali penanganan kasus orang hilang bersama kepolisian, pemadam kebakaran, serta kelompok masyarakat sipil. Penguatan CCTV dan pemantauan berbasis kecerdasan buatan juga disiapkan untuk meningkatkan keamanan.