Dalam riset tersebut, von Foerster dan kedua rekannya menggunakan model matematika untuk memperkirakan perkembangan populasi manusia. Perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi bahwa pola pertumbuhan penduduk akan terus berlangsung seperti sebelumnya. Selain itu, manusia juga diprediksi bisa menghindari bencana besar, meningkatnya produksi pangan, dan dunia yang semakin terhubung.

Jika asumsi tersebut terus berlaku tanpa perubahan, pertumbuhan populasi akan menjadi semakin cepat. Model itu kemudian menghasilkan tanggal 13 November 2026 sebagai titik ketika populasi manusia secara matematis mendekati tak terhingga.

Ledakan populasi yang tak terkontrol itu akan melampaui kemampuan Bumi menyediakan sumber daya. Hasilnya, kelaparan dan kematian massal atau kiamat.