Tidak hanya mengandalkan tangki air, DLH pun telah menyiapkan satu set peralatan penyiraman. Peralatan tersebut mencakup pipa hingga genset sebagai sumber penggerak sistem penyiraman.

"Kita juga udah melakukan piket 24 jam, siaga kebakaran," ujar Fina.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mencegah kebakaran. Terlebih, timbunan sampah berpotensi menghasilkan gas metana yang mudah terbakar.

Fina menjelaskan, gas metana bersifat dinamis karena dapat bergerak mencari ruang kosong. Karena itu, pengelolaan landfill menjadi salah satu faktor penting dalam menekan risiko kebakaran. Setiap timbunan sampah yang masuk terus dikontrol dan ditutup dengan tanah.

"Gas metan ini dinamis, dia mencari ruang kosong. Alhamdulillah karena kita sudah kontrol landfill, jadi setiap ada sampah, diuruk. Ini salah satu untuk mengurangi potensi kebakaran," jelasnya.