Ia juga menekankan generasi muda Maluku, terutama lulusan sarjana, wajib mengambil peran aktif dalam mengelola potensi ekonomi daerah agar tidak sebatas menjadi penonton di tengah derasnya arus investasi dan pengelolaan sumber daya alam.

Ia juga mendorong alumni Unpatti untuk merintis usaha mandiri, baik di sektor perkebunan maupun inovasi ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Langkah tersebut menjadi kontribusi nyata lulusan perguruan tinggi dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Bukan hanya mendapat pekerjaan, tetapi membuat pekerjaan. Bisa berusaha kecil, bisa berkebun, dan bisa mengembangkan kreativitas," tuturnya.