NADIKABAR.COM — BMKG Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) menyebutkan kabut asap kiriman luar daerah kembali menyelimuti wilayah Pulau Bintan hingga memicu penurunan jarak pandang pada kisaran 1-3 kilometer.

"Kondisi penurunan jarak pandang ini berkaitan dengan keberadaan kabut asap dari luar daerah," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang Rizqi Nur Fitriani di kantornya, Rabu.

Menurutnya, penurunan jarak pandang perlu mendapat perhatian, terutama dalam mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan, karena jarak pandang yang semakin rendah dapat memengaruhi operasional di bandara, khususnya ketika mencapai kurang dari 5 kilometer.

Rizqi menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan citra satelit Himawari pada 7 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB wilayah Pulau Bintan terindikasi mengalami dampak kiriman kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pulau Sumatera dan Kalimantan.