NADIKABAR.COM — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Supadio dibatalkan. Penumpang pun emosi.

Sejumlah penumpang yang telah menunggu berjam-jam akhirnya batal untuk terbang. Kekecewaan penumpang yang gagal berangkat bahkan sempat memicu ketegangan di ruang tunggu lantai 2 Bandara Supadio pada Kamis (3/9) malam.

Situasi memanas sekitar pukul 18.10 WIB setelah penumpang mendapat kepastian penerbangan mereka tidak dapat diberangkatkan. Petugas Polres Kubu Raya yang berada di lokasi langsung melakukan pengamanan. Polisi berupaya meredam emosi penumpang yang sejak pagi menunggu kepastian keberangkatan.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Rensa S Aktadivia mengatakan gangguan penerbangan terjadi karena kabut asap menurunkan jarak pandang di sekitar Bandara Supadio.

"Situasi ini terjadi karena kondisi kabut asap yang berdampak terhadap jarak pandang di sekitar bandara," kata Rensa, Jumat (4/9/2026).

Menurut Rensa, kondisi tersebut membuat pesawat yang sedianya mengangkut penumpang dari Supadio tidak dapat mendarat. Penerbangan kemudian harus dibatalkan atau disesuaikan dengan kondisi cuaca demi keselamatan.

Sejumlah penerbangan ikut terdampak. Di antaranya Wings Air IW1340, IW1344 dan IW1346 tujuan Ketapang. Kemudian Lion Air JT955 tujuan Batam, Super Air Jet IU701 tujuan Jakarta, IU341 tujuan Surabaya, IU661 tujuan Yogyakarta, serta Batik Air ID6227 tujuan Jakarta.

Salah satu penumpang pesawat, Nisa, asal Kalimantan Selatan (Kalsel), mengaku terdampar di Bandara Supadio akibat gangguan penerbangan tersebut. Nisa mengatakan dirinya sebelumnya menggunakan penerbangan maskapai lain. Namun penerbangannya dibatalkan dan dijadwalkan ulang pada keesokan harinya.

"(Penerbangan lain) di-cancel flight hari ini, ditunda ke besok. Jadi saya ganti," ujar Nisa.

Namun, setelah berpindah maskapai, Nisa kembali harus menghadapi ketidakpastian. Penerbangannya mengalami penundaan hingga waktu yang belum ditentukan sebelum akhirnya terdampak pembatalan.

"Saya terdampar di sini," keluhnya.

Kondisi tersebut membuat Nisa dan penumpang lainnya harus menunggu berjam-jam di bandara Supadio tanpa kepastian kapan bisa melanjutkan perjalanan. Bagi penumpang, pembatalan penerbangan menjadi puncak dari penantian panjang sejak pagi. Polisi pun memahami kekecewaan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Kubu Raya meminta penumpang tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Menurutnya, keputusan tidak menerbangkan pesawat harus dipahami dalam konteks keselamatan penerbangan.

"Kami mengimbau seluruh calon penumpang agar tetap tenang dan bersabar. Keselamatan penumpang dan awak pesawat harus menjadi prioritas utama," ujarnya.

Setelah penerbangan dibatalkan, maskapai memberikan dua pilihan kepada penumpang, yakni pengembalian uang tiket 100 persen sesuai harga pembelian atau melakukan perubahan jadwal dan hari keberangkatan.

Polisi meminta penumpang menyelesaikan persoalan melalui mekanisme yang disediakan oleh pihak maskapai.

"Kami memahami bahwa masyarakat memiliki kepentingan dan tujuan masing-masing. Ada yang hendak bekerja, bertemu keluarga, maupun melanjutkan perjalanan. Tetapi keselamatan penerbangan tidak boleh dipertaruhkan hanya karena mengejar jadwal keberangkatan," kata Rensa.

Artikel telah naik di detikKalimantan.