NADIKABAR.COM โ Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SD dan SMP selama tiga hari sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap.
"Kebijakan ini berlaku mulai Rabu hingga Jumat (14โ16/10) untuk seluruh sekolah di Kota Balikpapan, khususnya tingkat SD dan SMP," kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Masโud, di Balikpapan, Selasa .
Rahmad menjelaskan untuk tingkat SMA yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim,, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak provinsi.
Kebijakan pengalihan proses belajar mengajar ke rumah tersebut diambil sebagai langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan peserta didik di tengah meningkatnya paparan kabut asap di wilayah kota.
Pemkot Balikpapan meminta orang tua siswa ikut memastikan anak-anak tetap mengikuti kegiatan belajar dari rumah dan membatasi aktivitas di luar ruangan selama masa PJJ berlangsung.
Pelaksanaan kebijakan ini akan dievaluasi secara berkala selama tiga hari dengan mempertimbangkan perkembangan data indeks kualitas udara dari alat pemantau serta kondisi kabut asap di lapangan.
Berdasarkan pemantauan Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) Balikpapan Sepinggan, kualitas udara di Balikpapan pada Senin (12/10) pagi masuk kategori tidak sehat dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat sebesar 101 pada pukul 09.00 WITA.
Selain itu konsentrasi partikulat halus PM2,5 terukur mencapai 108 mikrogram per meter kubik (ยตg/mยณ), sedangkan konsentrasi PM10 berada di angka 146 ยตg/mยณ.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan Sudirman Djayaleksana membenarkan bahwa angka hasil pengukuran tersebut menempatkan kualitas udara Balikpapan dalam kategori tidak sehat yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan.
Secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan Alwiyati menyampaikan hasil pengukuran gabungan puskesmas dan DLH menunjukkan kondisi asap di Balikpapan secara umum masih tergolong baik dibanding beberapa daerah lain di Kaltim.
"Namun, kita tetap waspada karena asap dari daerah lain juga masih kita rasakan, terutama pada pagi hari," ujar Alwiyati.
Dinkes Kota Balikpapan mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna menjaga daya tahan tubuh.