NADIKABAR.COM — Amarah ratusan penumpang rute Pontianak-Jakarta di Bandara Internasional Supadio akhirnya meledak. Mereka terlantar lebih dari 24 jam akibat kabut asap.

Rasa lelah yang menumpuk sejak Kamis (3/9) meluap menjadi aksi protes massal. Penerbangan Batik Air ID-6227 rute Pontianak (PNK)-Jakarta (CGK) sedianya berangkat kemarin pukul 18.10 WIB dan tiba di Jakarta pukul 19.40 WIB. Namun hingga Jumat siang, sebagian penumpang masih bertahan di bandara.

Tak hanya sekali, para penumpang bahkan menggelar aksi protes dua kali. Aksi pertama dilakukan Kamis malam dan kembali digelar Jumat siang.

Salah seorang penumpang asal Batam, Andy, mengaku kecewa dengan pelayanan yang diterimanya. Dia menyebut penumpang sejak Kamis terus menunggu tanpa kepastian.

Andy mengatakan, penumpang sebelumnya sempat ditawari reschedule. Namun sebagian penumpang memilih menunggu karena berharap tetap diberangkatkan pada hari yang sama.

"Kami sudah dua kali demo. Kemarin malam juga kami demo. Hari ini barusan kami demo lagi. Katanya sih sekarang pesawat lagi terbang ke sini. Mudah-mudahan saja, semoga benar," kata dia.

Ketidakjelasan jadwal penerbangan membuat sejumlah penumpang terpaksa bermalam di Bandara Supadio. Andy menyebut ada penumpang yang tidur di kursi ruang tunggu karena tak kunjung mendapat kepastian.

"Dari kemarin loh ini. Kami malam tadi sebagian ada yang tidur di bawah kursi. Ada sebagian di ruang tunggu, ada juga yang nunggu di bawah," kata dia.

Menurut Andy, kondisi tersebut semakin membuat penumpang kecewa karena selama menunggu tidak mendapat kompensasi berupa makanan maupun minuman.

"Minimal kita dapat kompensasi berupa minum atau makanan. Ini sampai sekarang tidak ada sama sekali," ujarnya.