Andy mengatakan petugas menyampaikan keterlambatan terjadi akibat kondisi cuaca dan kabut asap. Karena alasan tersebut, kata dia, penumpang disebut tidak mendapatkan kompensasi. Namun Andy menilai kondisi itu tetap merugikan penumpang. Dia bahkan mengaku pekerjaannya ikut terdampak akibat ketidakpastian penerbangan.
"Kerjaan saya tentunya sangat terdampak. Bos sudah ngejar terus," ujar dia.
Andy mengaku sempat terlibat cekcok dengan petugas saat aksi protes Kamis malam. Dia mengatakan penumpang hanya meminta kepastian mengenai nasib penerbangan mereka.
"Saya enggak mau tahu, pokoknya hari ini jangan ditunda lagi! Jangan hanya alasan terus! Mau sampai kapan kita di sini terus?" dia menegaskan.
Jika penerbangan kembali tidak mendapat kepastian, Andy meminta maskapai memberikan pilihan yang jelas kepada penumpang, termasuk refund atau reschedule. Andy menilai situasi tidak akan memanas apabila sejak awal penumpang mendapatkan pelayanan dan kompensasi yang layak selama menunggu.
"Kalau hari ini masih seperti ini juga, saya minta refund atau reschedule penerbangan semua. Apalagi tidak ada kompensasi sama sekali. Padahal kalau ada kompensasinya, ya saya tidak semarah ini," kata dia.
Berdasarkan pantauan di Bandara Supadio hingga pukul 13.54 WIB, sebagian penumpang masih terlihat menunggu di area bandara. Hampir seluruh kursi ruang tunggu terisi.
Sejumlah penumpang tampak tertidur sembari menunggu kepastian keberangkatan. Raut kecewa juga terlihat dari penumpang yang masih bertahan di ruang tunggu. Mereka berharap pihak maskapai segera memberikan kepastian apakah penerbangan akan diberangkatkan, dijadwalkan ulang, atau tiket dikembalikan.
Itulah berita terpopuler NadiKabar, Jumat (4/9) kemarin. Selain itu, ada juga berita tentang rumah Donald Trump yang dijaga ketat hingga orang utan mati akibat menghirup kabut asap karhutla Kalimantan.
1. Bandara Supadio Kacau, Penumpang Gelar Demo dan Nginap Masal