Selain mempertajam rekor, hasil lemparan tersebut juga mengantar atlet berusia 18 tahun itu meraih medali emas pada multi cabang olahraga penyandang disabilitas terbesar di Asia itu.

Meskipun membukukan rekor dunia, Yasa belum berhasil membawa catatan waktu saat latihan ke dalam turnamen meskipun ia sudah bermain lepas atau tapa beban.

Ia pun memahami hal tersebut karena banyak faktor bisa berpengaruh terhadap performa dalam turnamen besar.

Lebih lanjut, Yasa mengatakan bahwa pencapaiannya pada Asian Para Games menjadi tumpuan penting untuk perjalanan ke depan, terutama dalam perjuangan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.