NADIKABAR.COM — Masih ingat kasus Kepala Desa Kendalkemlagi, Karanggeneng, Lamongan berinisial IF yang sempat viral ngamar dengan Sekretaris Desanya (Sekdes) berinsial INH? Ya mereka kini telah menikah.

Informasi yang dihimpun NadiKabar menyebut Kades berinisial IF dan Sekdes INH telah bercerai dari pasangan masing-masing. Keduanya kini dikabarkan telah melangsungkan pernikahan secara resmi, baik secara agama maupun negara.

Kepala Dinas Kominfo Lamongan, Sugeng Widodo membenarkan pernikahan kades-sekdes di Kecamatan Karanggeneng tersebut. Pernikahan tersebut kini membuat pemerintahan Desa yang ada di Kecamatan Karanggeneng tersebut dipimpin oleh pasangan suami-istri, dengan IF sebagai kepala desa dan INH sebagai sekretaris desa.

"Iya, mereka sudah menikah," kata Sugeng Widodo saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).

Sugeng mengatakan, Pemkab Lamongan belum menerima laporan secara resmi. Terkait legalitas pasangan suami-istri yang sama-sama menduduki jabatan dalam pemerintahan desa, Sugeng mengaku sejauh yang diketahuinya belum ada aturan yang secara khusus melarang kondisi tersebut.

"Sejauh yang kami tahu, belum ada aturan yang melarang," ujarnya.

Kasus yang sempat menjadi perhatian publik itu bermula ketika foto mesra kades IF dan Sekdes berinisial INH beredar di grup WhatsApp PKK pada 10 April 2025 lalu. Peredaran foto tersebut sempat membuat warga dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kendalkemlagi gempar.

Persoalan tersebut juga sempat dikaitkan dengan laporan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh istri sang kepala desa. Saat itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi disebut turun tangan bersama BPD dan tokoh masyarakat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, IF seorang kepala desa di Kecamatan Karanggeneng dilaporkan ke kepolisian Lamongan pada 2025 lalu. Laporan tersebut dilakukan oleh NK, istri dari Kades IF terkait dugaan skandal perselingkuhan tim redaksi IF dengan salah satu perangkat desa setempat dan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami oleh NK.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dugaan perselingkuhan tim redaksi oknum kades dan perangkat desa tersebut terjadi selama bulan puasa. Kasus ini bermula ketika IF pamit kepada istrinya untuk pergi ke Malang selama empat hari.

Pada saat itu, salah satu rekan sesama kepala desa menerima foto syur yang menunjukkan IF bersama perangkat desanya di dalam sebuah hotel. Foto tersebut diduga dikirim oleh INH, yang diduga merupakan pasangan selingkuh IF dan beredar di kalangan warga setempat hingga menjadi viral.

Kasus dugaan KDRT yang dialami NK terjadi pada April lalu. Saat itu, IF meminta ponsel yang dipegang oleh anaknya, yang diduga berisi foto-foto perselingkuhan tersebut.

Ketika itu, terjadi adu mulut dan kekerasan fisik tim redaksi IF dan NK di hadapan anak-anak mereka, sebagaimana diungkapkan oleh ibu beranak dua tersebut saat melapor ke Polres Lamongan pada Selasa (13/5/2025).