Anindya menilai transformasi tersebut membutuhkan tenaga kerja terampil, pembiayaan jangka panjang, serta kemitraan teknologi dengan perusahaan internasional untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

Upaya memperbesar peran produsen Indonesia di pasar internasional sejalan dengan gerakan Buy from Indonesia yang disiapkan Kadin untuk meningkatkan pembelian barang dan jasa nasional oleh pembeli luar negeri.

Pada 22 Oktober 2026, Kadin menyebut buku "We Buy From Indonesia: Behind the World's Greatest Products" mendokumentasikan keterlibatan produsen Indonesia dalam rantai pasok sekitar 80 merek global, termasuk Tesla, IKEA, dan Uniqlo.

Buku tersebut menggambarkan kontribusi produsen nasional melalui pasokan bahan baku, komponen, hingga barang jadi di berbagai sektor, antara lain alas kaki, makanan dan minuman, kosmetik, elektronik, serta kendaraan listrik.

Lebih lanjut, Kadin ingin memanfaatkan hubungan bisnis yang telah terbangun untuk memperluas pesanan, meningkatkan kapasitas produksi, dan membuka kesempatan bagi lebih banyak pemasok dari daerah.

Selain peningkatan kapasitas industri, Anindya melihat peluang perluasan pasar ekspor Indonesia melalui hubungan perdagangan dengan sejumlah negara mitra.

Ia menyebut China dan Amerika Serikat sebagai mitra perdagangan utama Indonesia, sementara negara-negara Eropa dinilainya semakin berpotensi menjadi tujuan pemasaran produk nasional.