Ia menyebut dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai sekitar Rp25.000 triliun, kontribusi APBN sekitar Rp4.000 triliun. Sementara itu, sekitar 85 persen aktivitas ekonomi lainnya menjadi ruang bagi dunia usaha untuk berkontribusi.

Lebih lanjut, Anindya menyampaikan komitmen Kadin untuk mendorong investasi pada industri masa depan, selain memperkuat sektor industri yang telah berkembang saat ini.

Sejumlah sektor yang menjadi perhatian dunia usaha antara lain kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan (renewable energy), dan pusat data (data center). Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal.

"Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak. Bapak dan tentunya Pak Presiden, tema Rapimnas kali ini adalah ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia," katanya.