Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan pentingnya penguatan ketahanan energi agar Indonesia semakin mampu menghadapi perubahan harga dan dinamika pasar energi global.
“Ketergantungan inilah yang membuat kita terpapar ketika harga global bergerak,” ucap Anindya.
Ia mengatakan Indonesia memiliki peluang memperkuat ketahanan energi melalui percepatan elektrifikasi, peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, serta pengurangan paparan terhadap bahan bakar impor.
“Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat ketahanan energinya dengan mempercepat elektrifikasi, meningkatkan energi terbarukan, dan mengurangi paparan terhadap bahan bakar impor,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Anindya menilai penguatan kemandirian energi juga sejalan dengan arah pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global.
Kadin, lanjut dia, memandang kerja sama pemerintah dan dunia usaha melalui semangat "Indonesia Incorporated" diperlukan untuk menghubungkan prioritas nasional dengan kemampuan pelaku usaha serta kemitraan internasional.
Dalam mendukung aksi iklim dan pertumbuhan berkelanjutan, Anindya menyebut Kadin memiliki lima prioritas utama.
“Pertama, kita perlu terus mempercepat transisi energi untuk ketahanan energi,” ujar dia.