Empat prioritas lainnya meliputi pengembangan pasar karbon berintegritas tinggi, dukungan kepada perusahaan Indonesia dalam mencapai emisi nol bersih, pengembangan ekonomi sirkular dan energi dari sampah, serta kehutanan berkelanjutan.
Anindya mengatakan Kadin juga memperluas keterlibatan dunia usaha dalam agenda tersebut. Keanggotaan program Kadin Net Zero, misalnya, disebut meningkat dari 70 menjadi 100 anggota pada 2026.
ISF 2026 berlangsung pada 6-7 Oktober dengan mengangkat tema Investing for a Resilient, Sustainable, and Prosperous World.
Hari pertama ISF 2026 mengangkat fokus “Powering Low-Carbon Growth”, sedangkan hari kedua mengusung “Enabling a Resilient & Liveable Future”.
Forum tersebut menghadirkan lebih dari 200 pembicara dalam lebih dari 20 sesi yang mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, investor, lembaga keuangan, akademisi, dan organisasi internasional.
Anindya menyebut penyelenggaraan ISF 2025 telah menghasilkan komitmen investasi senilai sekitar 17,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp311,76 triliun.
Menurut dia, forum tersebut diharapkan dapat mempertemukan kolaborasi dan peluang konkret sehingga agenda keberlanjutan dapat diterjemahkan menjadi tindakan.