"Ekonomi kerakyatan sudah berjalan di dunia usaha. Kami menyadari dan ini merupakan tanggung jawab kami bahwa 4.000 triliun dari 25.000 triliun PDB adalah APBN. Sehingga sisanya atau sekitar 85 persen adalah uang yang dunia usaha bisa berkontribusi, dan inilah yang kita inginkan bukan hanya pengusaha-pengusaha daerah dan juga di asosiasi himpunan bisa tumbuh bersama-sama, naik kelas, tapi mereka juga bisa menjadi pemain besar kemudian hari," ungkap Anindya.

Dalam kesempatan tersebut, Anindya juga menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah berbagai gejolak global. Anindya menyebut Indonesia masih menjadi salah satu titik terang perekonomian dunia atau bright spot.

"Indonesia continues to be the bright spot. Ini telah disampaikan tahun lalu oleh IMF, dan terbukti bahwa Indonesia juga tetap menjadi bright spot. Di dalam lima guncangan ekonomi selama bisa dibilang 25 tahun, Indonesia adalah dari waktu ke waktu justru lebih kuat. Ini menandakan daya tahan kita sangat resilient," ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Kadin Indonesia, James Riyadi, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memiliki perhatian besar terhadap pembangunan manusia sebagai fondasi bagi kemajuan bangsa. Menurutnya, pembangunan SDM, khususnya dalam membentuk karakter dan kapasitas kepemimpinan, merupakan salah satu faktor penting bagi suatu negara untuk menjadi bangsa yang besar.

"Hari ini pimpinan dunia usaha melihat seseorang Presiden yang luar biasa. Dia mencurahkan hati dia itu untuk pendidikan, untuk pembangunan manusia. Dia menceritakan betapa tidak ada bangsa yang besar itu yang tidak terkait dengan pembangunan manusia, khususnya pemimpin-pemimpin itu yang punya karakter dan dia menceritakan ini semua dengan satu hati yang luar biasa, tulus, tapi dia ingin supaya Indonesia ini negara yang maju, negara yang dihormati oleh semua," ujar James.

Selain itu, James juga mengapresiasi upaya Presiden Prabowo dalam membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda, termasuk mereka yang berasal dari kelompok masyarakat tertinggal, untuk berkembang melalui sistem meritokrasi. James menilai, P3MDI menjadi salah satu wujud visi Presiden Prabowo dalam menyiapkan calon pemimpin Indonesia melalui proses seleksi dan pembinaan yang terarah.