"Ini visi beliau, dia punya visi dan dia punya perut (keberanian) untuk menjalankan visi itu menjadi nyata. Jadi kita tidak ada jalan lain, kita harus mendukung karena mereka ini 300 sekian anak-anak muda ini sudah S1, sudah pengalaman 1-2 tahun dan akan dilatih secara intensif selama 9 bulan. Dengan perhatian-perhatian dan juga dengan screening process sehingga saya yakin ini lihat muka mereka, wajah mereka, mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin yang akan datang," ungkapnya.

Senada dengan James, Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Bidang Pangan Indonesia, Mulyadi Jayabaya, mengapresiasi taklimat Presiden Prabowo yang dinilainya memberikan wawasan mengenai tanggung jawab negara dalam mendorong kemajuan bangsa. Mulyadi menyebut perhatian pemerintah terhadap berbagai program pembangunan, termasuk di bidang pangan, pendidikan, dan keamanan, merupakan hal yang perlu didukung.

"Luar biasa. Taklimat Bapak Presiden ini, Bapak Prabowo ini, dengan umur waktu diri saya 2 tahun, luar biasa. Memberikan wawasan kepada kita, bagaimana tanggung jawab negara. Negaranya harus maju, dan ini sangat luar biasa," kata Mulyadi.

Mulyadi menegaskan bahwa dunia usaha memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam mendukung program pembangunan, termasuk melalui P3MDI. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta diperlukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menyiapkan generasi pemimpin yang mampu melanjutkan pembangunan Indonesia.

"Mari kita bersama-sama antara swasta dengan pemerintah karena Kadin sebagai mitra. Kita dukung MDI ini. Supaya ketahanan pangan bisa tercapai oleh kita. InsyaAllah tercapai," pungkasnya.