ASAKI memperkirakan harga gas rata-rata dapat mencapai 8–8,5 dolar AS per MMBTU melalui kombinasi skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) dan biaya regasifikasi gas alam cair (LNG).

Namun, keterbatasan akses gas HGBT yang hanya mencakup sekitar 40 persen kebutuhan membuat harga rata-rata gas industri di Jawa bagian barat mencapai sekitar 12 dolar AS per MMBTU dan di wilayah timur sekitar 9 dolar AS per MMBTU.

Kondisi tersebut, menurut dia, turut menekan utilisasi industri keramik. Setelah mencapai 75 persen pada Januari–Agustus 2026, utilisasi produksi pada Oktober diperkirakan turun di bawah 70 persen dan berpotensi merosot hingga sekitar 60 persen pada November–Desember jika kondisi berlanjut.

Ketua Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Yustinus Gunawan juga menyebut pembatasan pasokan menyulitkan perusahaan mempertahankan produksi dan memenuhi pesanan pelanggan.

Ia meminta pemerintah membatalkan pembatasan pasokan sebagai bentuk implementasi kebijakan sesuai aturan yang berlaku.