Anindya juga menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah melalui swasembada pangan, ketahanan energi dan lainnya merupakan upaya untuk mencegah kenaikan biaya hidup, sehingga gonjang-ganjing yang saat ini terjadi di sejumlah negara Eropa akibat kenaikan biaya hidup tidak dialami oleh Indonesia.

"Kita melihat bahwa gonjang-ganjing di Eropa disebabkan karena kenaikan biaya hidup. Kenaikan biaya hidup inilah yang pada saat ini kita coba tahan dengan swasembada pangan, energi walau kita masih impor tapi efeknya dan subsidi kita masih berada pada skala 3-4 persen dari sisi inflasinya," katanya.

Anindya juga mengimbau para pelaku usaha Indonesia untuk tetap tenang, berfokus pada fundamental ekonomi, meningkatkan ekspor dan kekuatan cashflow perusahaan untuk bisa berkelanjutan.