Kala itu, Suwarno mengaku tak tahu kasus yang menjerat warganya itu. Setelahnya, Verdy digiring polisi dengan diborgol dan pengawalan.
"Permasalahannya apa juga tidak tahu, tidak diberi tahu. Tahu-tahu dia dikecrek (diborgol), kemudian dimasukkan mobil, kemudian dibawa entah ke Semarang, entah ke Polres juga enggak tahu. Yang jelas mobil-mobil polisi. Kelihatannya mungkin dibawa ke Semarang itu aja," beber dia.
Menurut Suwarno, Very sudah lama berada di rumah. Selain itu juga pernah bekerja di wilayah Semarang.
"Dia kelihatannya keluar kota, Mas. Kerja di Semarang, saya dengar-dengar seperti itu. Kalau di rumah sudah lama," terang purnawirawan tersebut.
Dia sendiri belum mengetahui secara pasti kasus apa yang menyeret warganya. Hanya tahu informasi dari media massa.
"Saya tahu juga dari media Mas, di media kelihatannya itu (pembunuh gadis Semarang). Untuk kepastiannya saya enggak tahu," bebernya.
Terpisah, Kapolsek Banjarejo, AKP Gembong Widodo saat dimintai konfirmasi mengatakan pembunuh Mozza diamankan saat menonton voli di Blora.
"Pelaku diamankan pada hari Kamis Malam Jumat (3/9) sekitar pukul 21.00 WIB di lapangan Voli Kalirejo Banjarejo. Kayaknya lihat voli," ungkap Kapolsek Banjarejo, AKP Gembong Widodo saat dimintai konfirmasi NadiKabar melalui ponsel, Sabtu (5/9).