Data internal KAI per 24 Agustus 2026 mencatat realisasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk KA penumpang mencapai sekitar 129,64 juta liter, sementara kebutuhan lain juga digunakan untuk angkutan parcel, peti kemas, klinker, dan semen.
Menurut Anne, fokus KAI bukan sekadar mengganti jenis bahan bakar, tetapi memastikan perubahan tersebut benar-benar dapat diterapkan dalam operasi sehari-hari. Evaluasi dilakukan terhadap performa mesin, kualitas pembakaran, sistem penyaringan, pola perawatan, serta stabilitas operasional sarana.
βTransisi energi di sektor transportasi harus berjalan berdampingan dengan keandalan layanan. Karena itu, setiap perubahan pada bahan bakar harus melalui pengujian dan evaluasi teknis agar manfaat lingkungan tetap sejalan dengan keselamatan dan kesiapan perjalanan,β kata Anne.